|
Faktor- Faktor Risiko yang Mempengaruhi Kematian Maternal (Studi Kasus di Kabupaten Cilacap) |
|
Latar Belakang : Angka Kematian Maternal (AKM) di Indonesia masih cukup tinggi, yaitu sekitar 307 per 100.000 kelahiran hidup (SDKI 2002 /2003). AKM merupakan indikator status kesehatan ibu, terutama risiko kematian bagi ibu saat hamil dan melahirkan. McCarthy dan Maine mengemukakan 3 faktor yang mempengaruhi kematian maternal yaitu determinan dekat, determinan antara dan determinan jauh. Kabupaten Cilacap merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Jawa Tengah yang memiliki kasus kematian maternal cukup tinggi, sehingga diperlukan studi untuk mengetahui faktor – faktor risiko yang mempengaruhi kematian maternal di Kabupaten Cilacap. |
|
Read more...
|
|
|
Hubungan Kualitas Pemeriksaan Antenatal Dengan Kematian Perinatal (Studi Kasus di Kabupaten Banyumas) |
|
Kematian perinatal adalah kematian janin pada usia kehamilan ≥ 28 minggu sampai dengan 7 hari pertama setelah bayi lahir, dimana kematian perinatal ini memberikan kontribusi terbesar pada angka kematian bayi. |
|
Read more...
|
|
Faktor Risiko Kondiloma Akuminata Pada Pekerja Seks Komersial (Studi Kasus pada PSK Resosialisasi Argorejo Kota Semarang) |
|
Latar belakang : Kondiloma Akuminata (KA) merupakan masalah kesehatan masyarakat di seluruh negara, termasuk Indonesia. Prevalensi KA pada PSK Resosialisasi Argorejo Semarang meningkat signifikan. Tujuan : Mengetahui faktor risiko internal, faktor risiko lingkungan pendukung, dan faktor risiko perilaku terjadinya KA pada PSK. |
|
Read more...
|
|
Faktor-faktor Risiko yang Mempengaruhi Kegagalan Pengobatan Pada Penderita Tuberkulosis Paru dengan Strategi DOTS (Studi Kasus di BP-4 Pati) |
|
Latar belakang: Leptospirosis adalah penyakit infeksi akut yang dapat menyerang manusia maupun hewan (zoonosis). Di Indonesia Leptospirosis tersebar di beberapa propinsi dan ada beberapa daerah endemis. Angka kematian leptospirosis di Indonesai cukup tinggi. Kota Semarang daerah endemis leptospirosis dengan insiden 1,2/100.000 dan mortalitas 16,7%. Ada keterkaitan antara faktor lingkungan dengan kejadian leptospirosis. |
|
Read more...
|
|
Sejarah, Sasaran dan Tujuan |
|
Berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Dikti Depdiknas No. 84/DIKTI/Kep/2001, Universitas Diponegoro mempunyai kewenangan untuk mendidik para sarjana untuk menjadi Magister dalam bidang Epidemiologi melalui Program Studi S-2 Epidemiologi. Program Studi Magister Epidemiologi PPs UNDIP mengembangkan suatu visi yang lebih spesifik di bidang epidemiologi dan diarahkan pada upaya mengendalikan permasalahan kesehatan masyarakat dengan memperhatikan distribusi masalah kesehatan dan etiologi berdasarkan Public Health Evidence-based.
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 4 |